Rabu, 25 Maret 2020

Materi dan Tugas mapel PKn untuk kelas VII MTs Mazroayushibyan



MATERI hari sabtu 16 mei 2020

BAB 5 SUMPAH PEMUDA DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Oleh : Mely Muldiyani, S.Pd.

Inti Sari Bab 5 (Sumpah Pemuda dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika)

Negara Kesatuan Republik Indonesia lahir karena dipertegas oleh sikap dan komitmen pemuda untuk berbangsa satu dan bertanah air satu, Indonesia. Komitmen untuk bangsa dan tanah air Indonesia diikrarkan para pemuda dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sumpah menjadi sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia karena telah menjadi penegas arah perjuangan bangsa Indonesia. 
Peristiwa sejarah Sumpah Pemuda merupakan suatu pengakuan dari pemuda-pemudi Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 hasil rumusan dari Kerapatan pemoeda-pemoedi atau kongres Pemuda II Indonesia yang hingga kini setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. 
Sumpah Pemuda merupakan babak baru bagi perjuangan bangsa Indonesia karena perjuangan yang bersifat lokal kedaerahan berubah menjadi perubahan yang bersifat nasional. Para pemuda sadar bahwa perjuangan yang bersifat nasional. Para pemuda sadar bahwa perjuangan yang bersifat lokal adalah sia-sia. Mereka juga sadar bahwa hanya dengan persatuan dan kesatuan cita-cita kemerdekaan dapat diraih. Pada tahun 1908, bangsa Indonesia mulai bangkit ditandai dengan berdirinya Budi Utomo yang mendorong bermunculannya organisasi pemuda, seperti berikut.

1.    Trikoro Dharmo 
Trikoro Dharmo didirikan oleh R. Saitman Wiryosanjoyo, dkk. Di gedung STOVIA Jakarta pada tahun 1915. Trikoro Dharmo merupakan cikal bakal Java. Ia memiliki tiga visi mulia yaitu sakti berarti kekuasaan dan kecerdasan, budi berarti kasih bijaksana, bhakti berarti kasih sayang. Tujuan Trikoro Dharmo sebagai berikut:

  • a     Mempererat tali persaudaraan antar siswa-siswi Bumi Putra pada sekolah menengah dan kejuruan.
  • b   .    Menambah pengetahuana umum bagi anggotanya.
  • c      Membangitkan dan dan mempertajam peranan untuk segala bahasa dan budaya.
2.  Jong Sumateranen Bond 
Organisasi pemuda pelajar Sumatera, didirikan pada tahun 1917 di Jakarta. Pada kongres ketiga, Jong Sumateranen Bond melontarkan pemikiran Moh. Yamin, yaitu anjuran agar penduduk nusantara menggunakan bahasa melayu sebagai bahsa pengantar dan bahasa persatuan.  
3.    Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Celebes. 
Didirikan pada tahun 1918. Selanjutnya antara tahun 1918-1919. Salah satu tokoh yang dilahir dari persatuan pemuda Minahasa adalah Sam Ratulangi. 
Organisasi kepemudaan yang tidak berlatar belakang suku dan kedaerahan adalah perhimpunan Indonesia. Perhimpunan Indonesia beranggotakan para pemuda dari berbagai suku dan pulau di Indonesia. 

 Kongres pemuda I, telah menunjukkan adanya kekuatan untuk membangun persatuan dari seluruh organisasi pemuda yang ada di Indonesia. Kongres Pemuda I berhasil merumuskan dasar-dasar pemikiran bersama. Konngres Pemuda II dikenal sebagai Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, dilaksanakan dalam tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh penggagasnya, organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPI)  yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. 
            Dalam peristiwa Sumpah Pemuda yang bersejarah tersebut, diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali diciptakan oleh W.R Supratman. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, tetapi para pemuda terus menyanyikannya. 
            Sumpah Pemuda telah menjadi jiwa dan semangat yang terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda. Suatu semangat yang dibangun atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita yang kemudian dibungkus dengan komitmen. Semangat Sumpah Pemuda mencapai puncaknya pada tanggal 17 Agustus 1945 ketika Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
      

Semangat Sumpah Pemuda dapat dijabarkan dalam nilai-nilai, berikut ini: 
  1.     Kami Putra dan Putri Indonesia, mengakui Bertumpah Darah yang Satu, Tanah Indonesia.
Tanah Indonesia adalah seluruh wilayah Indonesia adalah seluruh wilayah Indonesia baik di darat dan di laut. Tanah Indonesia sangat Indah dan kaya. Bangsa lain menyebut sebagai Zambrud Khatulistiwa. Kita bangun kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air Indonesia sekarang ini dengan menjaga lingkungan sekitar kita. 



a        2. Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu Bangsa Indonesia.
Rasa kebangsaan Indonesia tumbuh dari sejarah panjang bangsa. Berawal dari hasrat ingin bersatu penduduk yang mempunyai latar belakang. Untuk menjadi satu bangsa yang akhirnya dideklarasikan oleh sejumlah pemuda pada saat Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Kita sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban untuk melestarikannya. 

    3.     Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.
        Sumpah Pemuda menegaskan bahwa bahasa persatuan adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat menentukan dalam perkembangan kehidupan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah berfungsi secara efektif sebagai alat komunikasi antarsuku, antardaerah, dan bahkan antarbudaya. Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan kehidupan negara dan pemerintahan, tetapi juga sebagai bahasa pengantar pada jenis dan jenjang pendidikan. 

TUGAS
1.  Apa makna dari Sumpah Pemuda
2. Sebukan contoh organisasi pemuda yang berdiri kala itu
3. Apa Tujuan didirikan nya organisasi pemuda JONG SUMATRANEN BOND
4. Tuliskan Teks dari Sumpah Pemuda.

Tugas di kerjakan, di ketik di Aplikasi WhatsApp kemudian kirim ke guru bersangkutan.

Mely Muldiyani, S,Pd (WA 085959586250)

Tugas di tunggu paling lambat hari jumat 27 Maret 2020 pukul 08.00, untuk mendapatkan nilai ujian harian.





10 komentar:

Materi dan Tugas mapel PKn untuk kelas VII MTs Mazroayushibyan

MATERI hari sabtu 16 mei 2020 BAB 5 SUMPAH PEMUDA DALAM BINGKAI BHINNEKA TUNGGAL IKA Oleh : Mely Muldiyani, S.Pd. Inti Sari Ba...